MELANKOLIA DI PRIUK: MENDOBRAK BATAS & MEMBENTUK MAKNA

Sabtu (10/10/2026) Dongker berhasil mengirim ombak massa yang memenuhi pesisir Jakarta Utara, tepatnya Plaza Kalibaru, Priuk. Agenda kali ini merupakan rangkaian tur Melankolia di Kolong setelah sebelumnya sukses di Bandung dan Yogyakarta. Dongker mengajak massa untuk mendobrak ruang publik untuk menjadi panggung guna merayakan melankolia secara radikal bersamaan seluruh warga negara Indonesia. Menjadikan ruang publik sebagai panggung musik tanpa adanya tiket konvensional, dapat dipahami sebagai upaya mendobrak batas kapitalis. 


Lautan manusia yang berkumpul membawa berbagai keresahan; sosial, lingkungan, politik, yang menumbuhkan kesedihan kolektif yang harus dirayakan bersama. Penukaran beras dan buku menjadi akses masuk konser tidak sekedar menjadi bahan postingan semata. Aksi ini ditujukan agar sesuai dengan konsep pertunjukan di ruang musik agar dapat berdampak nyata pada masyarakat sekitar. Terhitung ribuan massa yang hadir berhasil mengumpulkan tiga ton beras dan 3.000 buku yang nantinya akan disalurkan oleh karang taruna dan kolektif FreeUK kepada warga sekitar dan siapa pun yang membutuhkan. 

Meski tidak berlangsung lama, Melankolia di Priuk berhasil membawa semangat perlawanan dari warga sipil untuk menyuarakan keadilan. Orasi dari warga pesisir yang terkena dampak dari proyek reklamasi baik urusan tempat tinggal, mata pencaharian, hingga sulitnya air bersih. Orasi selanjutnya yang dibawakan menanggapi persoalan tentang Andri Yunus. Pihak Kontras hadir mengingatkan betapa pentingnya solidaritas antar warga dalam melanjutkan perlawanan sekalipun dihadang oleh pebungkaman sistemik. 

Pada akhirnya, Mendobrak Batas, Membentuk Makna bukan hanya tentang keberanian membawa pertunjukan musik ke tempat yang tidak biasa. Melainkan tentang upaya mengubah hubungan antara musik, ruang, dan masyarakat. Ruang publik menjadi panggung, penonton menjadi bagian dari solidaritas, dan pertunjukan menjadi kesempatan untuk mempertemukan berbagai suara yang sama-sama perlu didengar. 

Pada akhirnya, pertunjukan Melankolia di Periuk (10/10/2026) oleh Dongker @baladagehel berhasil menyatakan bahwa musik tidak mesti berakhir sebagai sebuah pertunjukan, melainkan harus ada dampak yang nyata dan bermakna bagi sekitar. Meski singkat dan masih meninggalkan pertanyaan soal genset yang terbakar/dibakar? tetap tidak sebanding dengan kasus pembakaran hutan yang terjadi. Kawal dan usut tuntas hingga penangan asap akibat pembakaran hutan ini serta tindak pelaku sesegera mungkin, karena perlawanan harus terus ditegakkan. Panjang umur perjuangan.

Komentar

Postingan Populer