Yang ditunggu sudah bangkit
"Dari Dalam Kubur" novel dari Soe Tjen Marching, terbit pertama kali tahun 2020 dan yang saya punya adalah cetakan ke empat, Juni 2025. Terima kasih Marjin Kiri siap sedia menerbitkan secara berkala karena memang belakangan novel ini banyak dicari dan juga ditimbun oleh reseller sehingga harganya sangatlah meninggi. Bagi teman-teman yang belum mendapatkan novel ini tunggu informasinya baik dari Marjin Kiri selaku penerbit atau langsung saja tunggu kabar dari pengarangnya Mbak Soe Tjen, agar dapat dengan harga yang tidak dipatok oleh oknum-oknum reseller.
Meski sudah terbit cukup lama, sedari awal tahun 2025 memang sudah saya pantau terus menerus novel ini, dari sosial media penerbit, pengarang, atau komunitas buku tak luput dari interogasi saya agar segera saya miliki. Pertama kali membaca Dari Dalam Kubur, kala itu saya tengah mampir ke Kios Ojo Keos (toko buku dan printilan merchandise musik sekaligus tempat ngopi) saya menemukan novel ini pada rak buku yang boleh dibaca saat kita ngopi di sana, sayangnya waktu itu tidak tersedia stok yang dijual akhirnya saya baca saja buku itu 1-5 halaman, cukup berlebihan ya tapi tidak apa, mumpung boleh baca.
Semakin saya baca semakin saya tertarik ke liang kubur tersebut, ke lubang terdalam yang sengaja tidak dibuka karena membekas luka, ke lubang yang selalu ditutupi oleh penguasa kita, ya sebuah tragedi berdarah. Itu adalah filosofis dari saya sendiri terkait judulnya yang sangat horor, Dari Dalam Kubur. Dalam komunitas baca, beberapa kawan-kawan memang menyarankan buku ini untuk dibaca selagi belum dilarang, isinya sangat-sangat mendalam, penulisannya indah terpukau aku dibuatnya, namun teriris hatiku membacanya, menyakitkan. Novel yang ditulis apa adanya oleh Soe Tjen Marching tanpa sensor terbuka apa adanya, berkali-kali ditolak penerbit namun akhirnya dapat juga disebarluaskan oleh Marjin Kiri. Baca segera! Mbak Soe Tjen menginfokan awal agustus ini akan terbit kembali.
Jadi, belum terlambat untuk mengenang seluruh kepahitan yang kita derita, membaca lah karena itu bagian dari perlawanan, dengan membaca kita dapat mengingat sejarah yang tentu tidak akan ditulis karena sudah disangkal lebih dulu oleh para penguasa.


smngd edit mengediiittt hohoho
BalasHapus