Bijak membaca

 "Antara Fiksi dan Kebohongan" itu adalah bagian penutup dalam kumcer Maukah Kau Menghapus Bekas Bibirnya Di Bibirku Dengan Bibirmu karya Hamsad Rangkuti yang telah saya baca. Memang cerita fiksi tidak benar kenyataannya lantaran itu banyak orang yang menganggap fiksi adalah kebohongan belaka. Namun jelas keduanya sangat berbeda, para pembaca pintar tentu sudah memilih bacaan yang hendak dibacanya dan juga telah menyadari bahwa hakikat cerita fiksi bersumber dari imajinasi pengarang, dan seorang pengarang dalam menyusun karyanya seminimal mungkin lahir dari apa yang ia baca serta pengalaman yang ia dapat yang nantinya akan diramu kembali, sedangkan kebohongan tentu hal yang disengaja buat-buat untuk menipu. Hal inilah yang jelas berbeda dari keduanya, sebuah cerita fiksi ditujukan kepada pembaca sebagai hiburan, atau menyampaikan pesan dan amanat, sedangkan kebohongan lebih termasuk ke yang perbuatan saratentunya itu adalah hal yang buruk.

Komentar

Postingan Populer