Mengejar Mimpi
Ulang tahunku satu pekan lagi dan tepat dua tahun sudah lamanya janjiku pada kakek belum juga terpenuhi.
11/11/11
Di pelataran rumah. Aku tengah diajak bermain oleh kakekku, Suparman. Mbah Parman begitu aku memanggilnya, Ia kerap kali meminta aku untuk menginap di rumahnya setiap pekan. Kali terakhir aku bermain dengannya saat usiaku 11 tahun, belum lulus SD, kelas 5.
Kakek menceritakan ia menyimpan sesuatu di brangkas kamarnya. "Kalau kau berhasil temukan kunci itu, hidupmu akan sukses," Ucap kakek. "Kau harus temukan kunci itu di rumah ini, hanya itu warisanku untukmu". Setelah sepeninggal kakek di umur aku yang ke 12, aku jadi jarang ke rumahnya.
11/12/13
"Akan aku tunaikan janji ini" ucap diriku. Di tengah libur sekolah aku izin kepada ayah untuk menginap di rumah kakek, di sana aku ditemani paman dan bibi.
Pencarian kunci dimulai pukul 11.00. Setiap sudut rumah sudah aku telusuri. Aku juga bertanya kepada paman dan bibi, mereka tidak tahu menahu tentang brangkas dan kuncinya itu. Penat aku mencari aku pun tertidur pulas dan bermimpi.
Dalam mimpi kakek mengunjungiku, dan aku mengadu kepadanya. "Kek, tak kunjung kutemukan, kunci itu aku menyerah, aku akan mencari jalan kesuksesan yang lain."
Kakek menimpali " Kenapa kau ini, apa kau tidak sadar,, kesuksesan tidak datang dari sebuah brangkas, kesuksesan akan menjemput orang-orang yang pantang menyerah yang terus bermimpi dan untuk bermimpi kau harus tidur".
Seketika aku terbangun dan melihat jam sudah pukul 21.00 dan aku melanjutkan tidur.
(07 Oktober 2024)

Komentar
Posting Komentar